Pasar Terapung Banjarmasin Ikon Budaya Sungai yang Mendunia
BANJARMASIN, LELEMUKU.COM – Pasar Terapung di muara Sungai Kuin, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, merupakan ikon budaya sungai yang telah menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara selama puluhan tahun.
Pasar ini bukan sekadar tempat jual beli, melainkan cerminan kehidupan masyarakat Banjar yang sejak lama menjadikan sungai sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial. Para pedagang menggunakan jukung atau perahu kayu untuk menjajakan hasil bumi, makanan tradisional, hingga kerajinan tangan.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, menyatakan bahwa Pasar Terapung adalah warisan budaya yang harus dijaga kelestariannya di tengah arus modernisasi.
"Pasar Terapung bukan hanya milik warga Banjarmasin, tetapi milik Indonesia. Kami berkomitmen merawatnya agar tetap hidup dan dikenal dunia," ujarnya.
Aktivitas pasar ini dimulai sebelum matahari terbit dan berakhir sekitar pukul sembilan pagi. Wisatawan yang ingin menyaksikannya dapat menyewa kelotok atau perahu bermotor dari dermaga sekitar kawasan sungai.
Festival Budaya Pasar Terapung rutin digelar untuk memperkenalkan kekayaan tradisi sungai kepada generasi muda dan wisatawan. Selain berbelanja, pengunjung dapat menikmati suasana khas kota seribu sungai yang sulit ditemukan di daerah lain.
Pasar Terapung menjadi bukti bahwa sungai bukan sekadar jalur transportasi, tetapi juga ruang hidup masyarakat Banjar yang penuh makna. (Kie)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
