Rumah Bubungan Tinggi Simbol Arsitektur Tradisional Banjar

Rumah Bubungan Tinggi Simbol Arsitektur Tradisional Banjar

MARTAPURA, LELEMUKU.COM – Rumah Bubungan Tinggi merupakan rumah adat Suku Banjar di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, yang menjadi simbol arsitektur tradisional masyarakat Kalimantan Selatan.

Atap rumah ini menjulang tinggi dengan bentuk khas menyerupai pelana, melambangkan keagungan dan kedudukan pemiliknya dalam struktur sosial masyarakat Banjar. Setiap bagian rumah memiliki filosofi, mulai dari tiang, tangga, hingga tata ruang dalam.

Bupati Banjar, Saidi Mansyur, menyatakan bahwa Rumah Bubungan Tinggi adalah warisan leluhur yang mengandung nilai budaya dan kearifan lokal yang tinggi.

"Rumah Bubungan Tinggi bukan hanya bangunan, tetapi cerminan jati diri Urang Banjar yang menjunjung adat dan kesopanan," ujarnya.

Rumah adat ini biasanya dihuni oleh keluarga bangsawan atau tokoh masyarakat pada masa Kesultanan Banjar. Kini, beberapa Rumah Bubungan Tinggi dilestarikan sebagai cagar budaya dan objek wisata edukasi di Martapura serta kawasan Banjar lainnya.

Motif atap Bubungan Tinggi bahkan diadopsi pada bangunan Kantor Gubernur Kalimantan Selatan di Kota Banjarbaru, sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan arsitektur leluhur.

Keberadaan rumah adat ini menjadi pengingat bahwa pembangunan modern tetap dapat berjalan seiring pelestarian budaya. (Kie)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya