Sejarah Kesultanan Banjar Tonggak Peradaban Islam di Kalimantan Selatan
BANJARBARU, LELEMUKU.COM – Kesultanan Banjar merupakan tonggak sejarah pertama perkembangan Islam di wilayah selatan Pulau Kalimantan dan menjadi fondasi identitas budaya masyarakat Kalimantan Selatan.
Sebelum berdirinya kesultanan ini, Islam telah berkembang di tanah Banjar meskipun dalam kondisi lambat karena belum menjadi kekuatan sosial-politik. Kerajaan Banjar di Kuin Banjarmasin menjadi titik balik penyebaran Islam secara lebih luas.
Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menyatakan bahwa sejarah kesultanan menjadi akar budaya yang membentuk karakter masyarakat Banjar hingga kini.
"Kesultanan Banjar mengajarkan kita tentang kepemimpinan, keadilan, dan keberanian. Nilai-nilai itu masih relevan di era modern," ujarnya.
Sebelum era kesultanan, kawasan Kalimantan Selatan dikuasai oleh tiga dinasti kerajaan secara berurutan, yakni Kerajaan Negara Dipa, Kerajaan Negara Daha, dan Kesultanan Banjar. Gubernur pertama Provinsi Kalimantan, Pangeran Mohammad Noor, merupakan keturunan Sultan Adam dari Kesultanan Banjar.
Jejak kesultanan masih dapat ditemui hingga kini, mulai dari Masjid Agung Al-Karomah Martapura, kompleks makam raja-raja Banjar, hingga tradisi adat yang diwariskan turun-temurun.
Sejarah ini menjadi pengingat bahwa Kalimantan Selatan memiliki peradaban maritim dan keislaman yang kaya, jauh sebelum era kolonial. (Kie)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.